Buku Tulis Marchella

Catatan keseharianku

Tunjukkan Sedikit Perbedaan Gender dalam Matematika dan Sains di Sekolah

Ada stereotip yang kuat jika matematika serta sains berbentuk maskulin.

Tetapi riset kami pada nilai sekolah lebih dari 1,6 juta siswa tunjukkan prestasi anak wanita serta lelaki sama juga dalam mata pelajaran sains, tehnologi, tehnik, serta matematika (STEM).

Riset ini yang diterbitkan di Nature Communications ikut tunjukkan jika anak wanita berprestasi lebih baik dibanding anak lelaki dalam mata pelajaran non-STEM.

Hasil riset kami memberi bukti jika ketimpangan besar dalam representasi wanita dalam karier STEM di masa datang bukan sebab ketidaksamaan dalam prestasi akademik.

Lelaki versus wanita
Satu keterangan untuk ketimpangan gender dalam STEM ialah “hipotesis variabilitas”. Ini adalah satu ide jika ketimpangan gender tambah lebih besar dibagian ekor distribusi - diantara nilai yang paling tinggi serta yang terendah - dibanding di dalam.

Dua distribusi – merah serta biru – tunjukkan nilai rata-rata sama yang diperlihatkan oleh puncak kurva. Tetapi variabilitas dari distribusi ini diperlihatkan oleh lebarnya semasing kurva, dengan garis horizontal merah serta biru tunjukkan jarak dari nilai-nilai untuk 95% dari tiap-tiap populasi. Distribusi biru lebih lebar, yang membuahkan semakin banyak nilai menyelimpang di bagian atas serta bawah dari distribusi ini. Rose O’Dea, Author provided
Kepintaran serta kelebihan sudah lama dipandang seperti domain lelaki. Orangtua memandang rahmat untuk anak lelaki seringkali dibanding anak wanita. Anak-anak berfikir anak wanita kurang mungkin dibanding anak lelaki menjadi “benar-benar pandai. Serta bagian-bagian yang menghormati "bakat”, seperti matematika serta filsafat, mempekerjakan lebih dikit wanita.

Variabilitas lelaki semakin besar pertama-tama diusulkan menjadi keterangan untuk superioritas lelaki pada masa 1800, serta pemikiran itu belum pernah hilang.

Pada 2005 tesis variabilitas kembali jadi terpenting. Ekonom Amerika Lawrence Summers, dahulu adalah Rektor Kampus Harvard, mencatat variabilitas lelaki semakin besar yang disebut fakta penting kenapa ada semakin banyak lelaki dalam tempat sains serta tehnik. Dia menjelaskan:

dalam masalah spesial sains serta tehnik, ada permasalahan tentang kecerdasan intrinsik, serta terutamanya variabilitas kecerdasan, serta pertimbangan itu diperkokoh oleh terdapatnya bukti tentang aspek yang rendah dalam publikasi serta diskriminasi.

Penolakan pada banyak komentar ini secara cepat muncul: Summers dicerca dan mohon maaf.

Tetapi apa ia benar?

Apakah yang disebutkan nilai
Satu diantara kami (Shinichi Nakagawa) meningkatkan satu cara kuat untuk menguji ketidaksamaan dalam macam antar grup dalam meta-analisis.

Kami mengaplikasikan cara ini untuk menguji variabilitas lelaki yang semakin besar dalam kapasitas akademik, memakai data dari banyak riset.

Kami mencari literatur ilmiah serta temukan info mengenai nilai dari 1,6 juta siswa, yang dikasihkan pada 1931 serta 2013, dari 268 sekolah atau ruangan kelas yang berlainan. Umumnya data ini untuk siswa yang berbahasa Inggris dari semua dunia, dengan sebagian besar yang berbasiskan di Amerika Utara.

Untuk tiap-tiap grup siswa, kami mengkalkulasi ketidaksamaan pada anak wanita serta anak lelaki dalam score rata-rata serta variabilitas.

Dalam mata pelajaran STEM, kami temukan distribusi nilai untuk anak wanita serta lelaki begitu serupa. Ketimpangan gender paling besar ialah pada subyek non-STEM seperti bahasa Inggris, yang anak wanita memperoleh nilai rata-rata 7,8% tambah tinggi serta 13,8% lebih dikit variabel dari anak lelaki.

Hasil analisa kami mengenai ketidaksamaan gender dalam nilai rata-rata (hijau) serta variabilitas dalam nilai (ungu). Titik hijau di samping kanan garis vertikal putus-putus tunjukkan nilai rata-rata yang tambah tinggi untuk anak wanita, serta titik ungu ke kiri tunjukkan variabilitas yang lebih rendah di kelas untuk anak wanita. Sumbu sisi bawah tunjukkan ketidaksamaan prosentase pada anak wanita serta anak laki-lakiHasil analisa kami mengenai ketidaksamaan gender dalam nilai rata-rata (hijau) serta variabilitas dalam nilai (ungu). Titik hijau di samping kanan garis vertikal putus-putus tunjukkan nilai rata-rata yang tambah tinggi untuk anak wanita, serta titik ungu ke kiri tunjukkan variabilitas yang lebih rendah di kelas untuk anak wanita. Sumbu sisi bawah tunjukkan ketidaksamaan prosentase pada anak wanita serta anak lelaki. Rose O’Dea, Author provided
Lalu kami memakai prediksi mengenai ketidaksamaan gender untuk mensimulasikan distribusi nilai sekolah anak wanita serta anak lelaki, untuk mengeksplorasi apa 7,6% semakin besar variabilitas lelaki dalam STEM cukuplah untuk menuturkan kenapa wanita kurang terwakili dalam bagian ini dari tingkat kampus.

Siswa wanita cukuplah berpotensi
Hasil kami dari simulasi tunjukkan jika 10% paling atas dari kelas STEM berisi jumlahnya anak wanita serta lelaki yang sama.

Mengingat jika ada di 20% paling atas cukup sudah untuk masuk titel sains di kampus berperingkat tinggi, ketimpangan gender dalam variabilitas tidak bisa dengan cara langsung menuturkan ketimpangan gender pada mahasiswa sarjana mereka pilih untuk pelajari mata pelajaran matematika yang intens.

Distribusi gender dari penamatan namapsiswa serta staf akademik di bagian STEM (tidak termasuk juga Pengetahuan Kedokteran serta Kesehatan). Source: Higher Education Research Data, 2014. Science in Australia Gender Equity (SAGE)
Lawrence Summers tidak seutuhnya salah, ada “perbedaan gender dalam variabilitas bakat”.

Memang benar jika diantara beberapa orang berprestasi tinggi sekali, kita akan mengharap untuk lihat semakin banyak lelaki, berdasar pada variabilitas, lelaki membuahkan semakin banyak pada pekerjaan berlebihan dari distribusi prestasi. Tetapi apa karir dalam STEM hanya terbatas pada beberapa orang berprestasi yang tinggi sekali ini?

Kami tidak berfikir demikian. Beberapa ilmuwan yang sukses biasanya orang biasa, pekerja keras. Sayangnya kepercayaan yang salah pada potensi super dibutuhkan untuk beberapa bagian STEM bisa menolong melanggengkan ketidaksetaraan gender.

Ketidaksamaan gender dalam kapasitas akademik ada, tetapi kita tidak bisa sangat mengutamakan utamanya mereka. Ada lebih dari cukuplah wanita berpotensi untuk tutup ketimpangan gender di STEM. Tetapi beberapa wanita ini mempunyai alternatif lain, sebab mereka condong berpotensi dalam mata pelajaran non-STEM juga.

Wanita di STEM melawan halangan yang tidak ada hubungan dengan potensi mereka, seperti stereotip, pukulan balasan, diskriminasi, serta pelecehan. Sampai rintangan-rintangan ini dijatuhkan, kita tidak bisa memakai ketidaksamaan kecil dalam variabilitas menjadi satu fakta untuk wanita yang kurang mewakili di bagian STEM.

Sumur : referensi tulisan

  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Tunjukkan Sedikit Perbedaan Gender dalam Matematika dan Sains di Sekolah
      Komentar(0)