Buku Tulis Marchella

Catatan keseharianku

Bagaimana Caranya Matematika Tak Jadi Momok Anak ?

matematika dapat dilaksanakan dengan mengatur minat atau kegemaran anak. Bagaimana caranya?

Umpamanya, anak puas mengggambar, karena itu soal-soal narasi pada matematika bisa di ubah penyampaiannya berbentuk mind-map atau gambar-gambar yg menarik. Apabila anak puas bernyanyi, materi bisa di ubah berbentuk nyanyian dengan lirik yg sesuai dengan pelajaran.

Selanjutnya teknik yang lain, seperti dijabarkan Fabiola P Setiawan, M. Psi dari Fabiola Consulting Telaga Golf :

- Anak seharusnya dikasihkan pengalaman-pengalaman yg menyenangkan dahulu perihal matematika hingga anak bisa punyai persepsi yg positif terkait matematika.

- Menempatkan materi matematika dalam kehidupan sesehari hingga anak mendalami utamanya mendalami matematika.

- Tambahkan ikut perasaan mau tahu atau perasaan ingin tahu anak dengan memberikan permasalahan matematika semenarik mungkin. Umpamanya disediakan dengan permainan.

- Membawa anak buat belajar menemukannya beraneka pemecahan pemecahan soal dengan luwes.

- Aplikasikan type belajar yg banyak variasi (visual, auditory, kinestetik) serta sesuai sama untuk anak.

Sistem Cepat Belajar Matematika

1. Sempoa (abacus) . Adalah sistem buat melatih konsentrasi anak dalam berhitung dengan memanfaatkan alat tolong kalkulasi bernama sempoa. Dikehendaki anak mahir berhitung dalam sekejap serta jeli tiada memanfaatkan kalkulator walaupun mengkalkulasi sampai beberapa ribu.

2. Kumon. Lebih mengedepankan pada hitungan (hitung) . Metodenya merupakan latihan hitungan sekitar hingga dikehendaki hapal di luar kepala. Keutamaannya anak biasa dengan hitung, hingga condong dapat menuntaskan hitungan dalam sekejap. Kelemahannya, pemikiran serta pengamatan anak tak diasah.

3. Sakamoto. Lebih mengedepankan pada pemikiran serta pengamatan anak dalam hadapi soal matematika. Metodenya yakni dengan banyak diposisikan soal-soal narasi serta diakhiri dengan sistem sakamoto yg terdiri dalam 3 langkah ialah tangkap interaksi antarmasalah, diagram serta tulisan. Keutamaannya anak biasa dengan pengamatan serta pemikiran, bisa berfaedah ikut di luar matematika dan tak butuh rumus buat menuntaskan permasalahan. Kelemahannya, latihan hitung tidaklah terlalu banyak.

4. Jarimatika. Membimbing berhitung " kabataku " (kali, untuk, makin, kurang) ringan serta menyenangkan dengan jari-jari tangan. Ketimbang dengan sistem beda, sistem jarimatika lebih mengedepankan pada menguasai rencana lebih dahulu baru ke trik cepat, hingga anak-anak kuasai pengetahuan dengan cara masak. Tidak hanya itu, sistem ini diungkapkan dengan cara fun hingga anak-anak bakal terasa puas serta ringan bagai ‘tamasya belajar’

  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Bagaimana Caranya Matematika Tak Jadi Momok Anak ?
      Komentar(0)