Buku Tulis Marchella

Catatan keseharianku

"Pers Mahasiswa Kini Jangan Setengah Hati"

Perubahan Wartawan Mahasiswa (Persma) masa tahun 2000-an sampai saat ini selalu alami pergeseran baik rumor ataupun paltform. Banyak Persma yang telah menekuni alat online serta perlahan-lahan melepas majalah. Sesaat tentang rumor ada banyak yang berkelanjutan mengusung masalah lokal serta tentunya internal universitas.

Tersebut cuplikan interviu Jurnas.com dengan Agung Sedayu yang tempo hari (9/2) barusan dipilih jadi Ketua Umum Komunitas Alumni Aktivis Perhimpunan Wartawan Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) tentang geliat Persma saat ini.

Menjadi Ketua FAA-PPMI apakah opini Anda tentang ketidaksamaan dengan berarti pada Persma masa 2000an sampai mendekati 2020 ini?

Perubahan tehnologi komunikasi yang begitu cepat memengaruhi perubahan alat pada umumnya, termasuk juga wartawan mahasiswa. Pergantian skema mengkonsumsi berita di penduduk yang sekarang ini semakin banyak berubah ke alat online nampaknya telah diamankan oleh wartawan mahasiswa. Sekarang ini hampir semua wartawan mahasiswa mempunyai alat on line.

Pada dasarnya rumor yang diangkat wartawan mahasiswa sekarang ini hampir sama dengan wartawan mahasiswa masa 2000an. Masih bermacam walau lebih condong memberikan bagian lebih pada berita mengenai universitas.

Saya serta kawan-kawan saat mahasiswa serta aktif di Perhimpunan Wartawan Mahasiswa Indonesia (PPMI) sempat membuat penelitian tentang cenderung rumor wartawan mahasiswa sebelum serta pascareformasi.

Akhirnya, pascareformasi ada cenderung wartawan mahasiswa untuk kembali pada universitas walau bukan bermakna tinggalkan rumor kerakyatan yang berada di luar universitas. Rumor yang mereka masih bermacam akan tetapi bagian berita mengenai universitas ditambah atau semakin banyak di banding sebelum reformasi. Nampaknya keadaan itu masih tetap berjalan sampai saat ini.

Apakah opini Anda tentang eksistensi Persma di ranah digital?

Perkembangan jaman, perubahan tehnologi serta pengaruhnya pada pergantian skema komunikasi publik ialah perihal yang tidak dapat dijauhi. Wartawan, termasuk juga wartawan mahasiswa menjadi salah satunya fasilitas untuk penuhi hak publik mendapatkan info harus dapat beradaptasi dengan perubahan itu.

Perkembangan tehnologi info sekarang ini harusnya membuat kerja-kerja jurnalistik kawan-kawan wartawan mahasiswa lebih gampang serta murah. Lewat alat on line, sekurang-kurangnya mereka dapat memotong cost produksi di banding membuat alat bikin. Sebaran info dapat juga lebih luas, tidak terbatasi oleh oplah. Akan tetapi sayang wartawan mahasiswa yang betul-betul dapat mengurus alat on line mereka dengan baik sedikit.

Beberapa wartawan mahasiswa masih tetap 1/2 hati mengurus alat online serta terjerat pada asumsi jika berita di alat online cukuplah berita-berita straight news yang memprioritaskan kecepatan, cukuplah berita permukaan saja. Perihal ini malah mengakibatkan wartawan mahasiswa tercerabut dari ciri-ciri basic media massa mahasiswa, yakni alat yang tidak cuma dapat menyediakan info yang dalam, tetapi sekaligus juga ilmiah, gawat, serta analitis.

Apakah yang perlu di kembangkan untuk dapat miliki tempat serta familiar buat pembaca?

Beradaptasi dengan perubahan tehnologi, untuk setelah itu memakainya menjadi fasilitas sebarkan info akan tetapi disamping content harus masih menjaga ciri-ciri media massa mahasiswa.

Alat online bukan sekedar mempunyai ruangan yang tidak hanya terbatas, dia sekaligus juga dapat menyediakan berita berupa teks, photo, audio, video, sampai grafis sekaligus juga. Bila wartawan mahasiswa dapat membuat berita mendalam ciri khas persma untuk lalu meramu dan menyajikannya dalam berbentuk teks, photo, grafis serta video sekaligus juga pasti akan dapat jadi nilai plus alat ini di mata publik.

Bagaimana dengan ketrampilan serta penambahan kemampuan yang mereka punya?

Skema serta type kursus untuk wartawan mahasiswa harus sesuai. Sekarang ini sejumlah besar kursus yang berada di instansi wartawan mahasiswa ada banyak yang berkarakter kursus buat wartawan alat bikin. Beberapa aktivis wartawan mahasiwa pun butuh belajar managemen alat online, bukan hanya managemen alat bikin.

Semestinya rumor seperti apakah yang dapat mereka angkat supaya tidak sama juga dengan alat mainstream?

Alat arus penting di Indonesia sekarang ini banyaknya mengagumkan banyak, pilihan rumor mereka sangat bermacam. Hingga mencari rumor yang berlainan dengan apakah yang dikerjakan alat mainstream bukan masalah yang gampang. Dalam keadaan ini, yang jadi masalah bukan tentang persamaan serta ketidaksamaan rumor garapan, tetapi lebih pada ketidaksamaan angle serta penyajian.

Wartawan mahasiswa tak perlu alergi atau hindari rumor yang diangkat oleh alat mainstream. Akan tetapi mereka mesti dapat pilih angle yang pas, yang ciri khas wartawan mahasiswa, yakni angle gawat serta analitis yang berdasar pada data tepat serta analisis mendalam. Berita-berita yang mempunyai karakter gawat dibarengi data dan analisis ilmiah mendalam ini ialah ciri-ciri wartawan mahasiswa serta sampai sekarang ini jarang dipunyai alat mainstream.

  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    "Pers Mahasiswa Kini Jangan Setengah Hati"
      Komentar(0)